Headlines News :
Home » » PENGERTIAN ADMINISTRASI MENURUT PARA AHLI DITINJAU DARI UNSUR ONTOLOGY, EPISTIMOLOGY DAN AKSIOLOGI

PENGERTIAN ADMINISTRASI MENURUT PARA AHLI DITINJAU DARI UNSUR ONTOLOGY, EPISTIMOLOGY DAN AKSIOLOGI

Written By Wahyu Munazat on Kamis, 13 Juni 2013 | 08.52








PENGERTIAN ADMINISTRASI MENURUT PARA AHLI DITINJAU DARI UNSUR ONTOLOGY, EPISTIMOLOGY DAN AKSIOLOGI
Dosen : Prof. Dr. Djam’an Satori, M.A


1.      Pengertian Administrasi Pendidikan
Berdasarkan etimologi “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “ad” artinya intensif dan “ministrare” artinya melayani, membantu atau mengarahkan. Jadi pengertian administrasi adalah melayani secara intensif. Dari perkataan “administrare” terbentuk kata benda “administrario” dan kata “administrauus” yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris yakni “administration” (DR. Hadari Nawawis, 1982). Selain itu dikenal juga kata “administratie” yang berasal dari kata belanda, namun memilki arti yang lebih sempit, sebab terbatas pada aktivitas ketatatusahaan yaitu kegiatan penyusunan dan pencatatan keterangan yang diperoleh secara sistematis. Administrasi sering dikaitkan dengan aktivitas administrasi perkantoran yang hanya merupakan salah satu bidang dari aktivitas adminstrasi yang sebenarnya
Ditinjau dari katanya, administrasi mempunyai arti sempit dan arti luas. Dalam arti sempit diartikan sebagai kegiatan pencatatan data, surat-surat informasi secara tertulis serta penyimpanan dokumen sehingga dapat dipergunakan kembali bila diperlukan. Dalam hal ini kegiatan administrasi meliiputi pekerjaan tata usaha. Dalam arti luas, administrasi menyangkut kegiatan manajemen/pengelolaan terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk mewujudkan tujuan/program organisasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pekerjaan administrasi merupakan pekerjaan operatif dan manajemen.
Sedangkan administrasi pendidikan merupakan perpaduan dari dua kata, yakni “administrasi” dan “pendidikan”. Pada hakekatnya administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha praktek-praktek pendidikan. Administrasi sekolah merupakan salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu administrasi pendidikan yang dilaksanankan di sekolah. Salah satu alat administrasi sekolah adalah tata usaha. (http://www.sarjanaku.com/2010/01/makalah-dasar-dasar-administrasi.html).
Pengertian administrasi atau manajemen banyak diungkap oleh para ahli administrasi pendidikan. Diantaranya adalah sebagai berikut :
Administrasi Pendidikan menurut Syarif (1976 :7) “segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya pendidikan.
Menurut Syamsi (1985:10) “administrasi adalah seluruh kegiatan dalam setiap usaha kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih orang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
Sedangkan menurut Soepardi (1988:7) “ administrasi adalah keseluruhan proses kegiatan-kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih oarang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian administrasi pendidikan menurut Sutisna (1979:2-3) adalah : Administrasi pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Ia mengerjakan fungsifungsinya dengan jalan mempengaruhi perbuatan orang-orang. Proses ini meliputi perencanaan, organisasi, koordinasi, pengawasan, penyelenggaraan dan pelayanan dari segala sessuatu mengenai urusan sekolah yang langsung berhubungan dengan pendidikan seklah seperti kurikulum, guru, murid, metode-metode, alat-alat pelajaran, dan bimbingan. Juga soal-soal tentang tanah dan bangunan sekolah, perlengkapan, pembekalan, dan pembiayaan yang diperlukan penyelenggaraan pendidikan termasuk didalamnya.
Pengertian administrasi pendidikan menurut Sutisna (1979:2-3) adalah : Administrasi pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Ia mengerjakan fungsifungsinya dengan jalan mempengaruhi perbuatan orang-orang. Proses ini meliputi perencanaan, organisasi, koordinasi, pengawasan, penyelenggaraan dan pelayanan dari segala sessuatu mengenai urusan sekolah yang langsung berhubungan dengan pendidikan seklah seperti kurikulum, guru, murid, metode-metode, alat-alat pelajaran, dan bimbingan. Juga soal-soal tentang tanah dan bangunan sekolah, perlengkapan, pembekalan, dan pembiayaan yang diperlukan penyelenggaraan pendidikan termasuk didalamnya.
5. Hadari Nawawi1 mengatakan administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa pendidikan lembaga formal.
Sedangkan dalam encyclopedia of educational research chester W. Haris mendefinisikan administrasi pendidikan sebagai suatu proses pengintegrasian segala usaha pendayagunaan sumber-sumber personalia dan material sebagai usaha untuk meningkatkan secara efektif pengembangan kwalitas manusia2.
Engkoswara (1987 : 42) Administrasi pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu sumber daya manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan menciptakan suasana yang baik bagi manusia, yang turut serta dalam pencapaian tujuan pendidikan yang disepakati. Administrasi pendidikan pada dasarnya adalah suatu media belaka untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien.
Purwanto dan Djojopranoto (1981:14) bahwa : Karena administrasi pendidikan merupakan suatu usaha bersama yang dilakukan untuk mendayagunakan semua sumber daya baik manusia, uang, bahan dan peralatan serta metode untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Jadi “Administrasi pendidikan adalah proses keseluruhan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil, maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.”
Djam’an Satori, (1980: 4) mengatakan Administrasi pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Made Pidarta, (1988:4) berpendapat, Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
Menurut Biro Perencanaan Depdikbud, (1993:4), Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan.
Soebagio Atmodiwirio. (2000:23) menjelaskan bahwa Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagi proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Menurut Stephen J. Knezeich Administrasi pendidikan merupakan sekumpulan fungsi-fungsi organisasi yang memiliki tujuan utama untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pelayanan pendidikan, sebagaimana pelaksanaan kebijakan melalui perencanaan, pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan, penyiapan alokasi sumber daya, stimulus dan koordinasi personil, dan iklim organisasi yang kondusif, serta menentukan perubahan esensial fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan.
Daryanto (1998:8) mengemukakan administrasi pendidikan adalah “suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif”.
Dasuqi dan Somantri (1992:10) mengemukakan administrasi pendidikan adalah upaya menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang pendidikan.
Sagala (2005:27) mengemukakan bahwa administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan administrasi dalam pembinaan, pengembangan, dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan. (http://mutmainnahayudiaelshaf.blogspot.com/2012/11/pengertian-administrasi.html)
Dapat disimpulkan bahwa keberadaan administrasi pendidikan sangatlah penting dalam menjamin terlaksananya proses pendidikan secara maksimal

2.      Unsur Ontology Administrasi Pendidikan
Administrasi adalah bidang kajian yang mempelajari cara-cara yang paling efektif dan efisien dalam pemanfaatan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Ilmu Administrasi berkembang pesat didorong oleh persaingan untuk meningkatkan produktivitas dalam situasi global . Istilah administrasi sering dipertukarkan penggunaannya dengan istilah manajemen. Demikian pula dalam penyelengaraan pendidikan, penggunaan istilah administrasi pendidikan sering dipertukarkan dengan manajemen pendidikan. Secara historis dan etimologis istilah administrasi digunakan dalam  penyelenggaraan pemerintahan yang menekankan kepada pelayanan publik yang sifatnya nirlaba. Sementara itu, istilah manajemen digunakan dalam konteks bisnis dengan orientasi memperoleh laba (monetory benefit). Dalam bahasa Inggeris kata administration mengandung kata ministry atau kementrian, yaitu fungsi yang menangani tugas-tugas atau urusan pemerintahan atau kenegaraan.  Setiap menteri (Minister)  memiliki  tanggung jawab satu urusan atau bidang pemerintahan. Perdana Menteri (Prime Minister) adalah penanggungjawab utama seluruh layanan pemerintahan.  Pendidikan merupakan tugas pelayanan publik yang sangat penting. Oleh karena itu penggunaan kata administrasi pendidikan bukan tanpa alasan, yang mengandung makna bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab negara sebagai bagian utuh pelayanan publik.
Kajian Ilmu Administrasi Pendidikan di Indonesia, khususnya sebagai bidang kajian di perguruan tinggi,  dapat dikatakan relatif baru, yaitu dimulai dalam dekade tahun 1960. Kebutuhan kajian Ilmu Administrasi Pendidikan dituntut oleh semakin kompleksnya penyelenggaraan pendidikan nasional yang  menuntut bukan saja kinerja efektivitas dan efisiensi, namun akuntabilitas  publik yang semakin kuat.  Sejak dimulainya pendekatan pembangunan Negara yang terencana dalam bentuk pembangunan lima tahunan (REPELITA- Rencana Pembangunan Lima Tahun)) di tahun 1970-an, profesionalisme penyelenggara pendidikan baik pada tingkat struktural (pusat, propinsi dan kabuopaten/kota)  maupun satuan pendidikan semakin diperlukan.  Penerapan administrasi pendidikan dalam praktek penyelenggaraan pendidikan nasional diperlukan untuk membangun profesionalisme, yaitu tata kerja yang didukung oleh penguasaan ilmu untuk mewujudkan tatakelola yang efektif dan efisien mencapai produktivitas pendidikan yang tinggi. (Djam’an Satori 2012)
Administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. Adiministrasi pendidikan mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, seperti kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
Pada dasarnya administrasi pendidikan bukan hanya sekedar kegiatan tata usaha seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha yang terdapat di sekolah-sekolah maupun kantor invasi pendidikan yang lainnya. Namun pada hakekatnya administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah atau tempat pendidikan yang lain dengan harapan tercapainya tujuan pendidikan di tempat-tempat penyelenggaraan pendidikan tersebut. (http://gudangmaterikuliah.blogspot.com/2012/02/pengertian-dasar-dasar-tujuan-dan-ruang.html)
Dilihat dari unsur ontologinya, administrasi pendidikan bisa juga dikaji dalam ruang lingkup administrasi pendidikan. Administrasi pendidikan pada satuan pendidikan berkaitan dengan penerapan teori-teori pendidikan dalam pelayanan belajar, teknik-teknik konseling belajar, manajemen sekolah, dan semua kegiatan yang mendukung dan memperlancar aktivitas-aktivitas satuan pendidikan untuk mencapai tujuan.
Secara umum ruang lingkup administrasi juga berlaku dalam administrasi pendidikan, adapun beberapa beberapa ruang lingkup yang meliputi kegiatan itu antara lain:
a) Manajemen administrative ( administrative manajemen )
Bidang kegiatan ini disebut juga manajemen of administrative function yakni kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelmpok kerja sama mengarahkan hal-hal yang tepat dengan tujuan yang hendak dicapai.
b) Manajemen operatif ( operatif manajemen )
Bidang kegiatan ini disebut juga manajemen of overtif function yakni kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang  melaksanakan dengan baik dan benar.
Berdasarkan substansinya, administrasi pendidikan menurut Sutisna (1989:36) dapat  ditinjau dari dua pendekatan, yaitu pendekatan tugas dan pendekatan proses. Fokus pendekatan tugas dalam administrasi pendidikan menjawab pertanyaan apa yang harus dikerjakan oleh administrator
Dalam bidang manajemenn administrative meliputi beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh adsministrator sebagai berikut:
1) Planning
2) Organisasi
3) Bimbingan / pengarahan
4) Pengawasan atau control
5) Communication
6) Coordination
Sedang didalam manajemen overatif di ketengahkan kegiatan-kegiatan yang meliputi sebagai berikut:
1) Tata usaha
2) Perbekalan
3) Kepegawaian
4) Keuangan
5) Humas.

3.      Unsur Epistimology
Secara konseptual administrasi pendidikan terdiri dari dua kata yang masing-masing punya pengertian tersendiri yaitu administrasi dan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha dan  praktek-praktek pendidikan.
Seperti halnya pada pembahasan terdahulu bahwa dari segi proses administrasi bidang apapun, baik itu perusahaan, pemerintahan maupun pendidikan hampir tidak ada perbedaan karena semua kegiatan diawali dari perencanaan sapai dengan pengevaluasian. Prinsip kerja dari semua kegiatan administrasi, administrasi perusahaan, administrasi pemerintahan maupun administrasi pendidikan mempunyai prinsip yang sama secara umum yaitu :
1) Prinsip Kerjasama,
       Seorang administrator akan berhasil baik dalam melaksanakan tugasnya, bila ia mampu mengembangkan kerjasa diantara orang-orang yang terlibat, baik secara horizontal maupun secara vertikal.
2) Prinsip Efisiensi,
       Seorang administrator akan berhasil baik dalam melaksanakan tugasnya, bilamana ia efisien dalam memanfaatkan sumberdaya, sumberdana dan fasilitas yang lainnya.
3) Prinsip Efektif.
       Seorang administrator akan berhasil baik dalam melaksanakan tugasnya apabila menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif, yaitu memperhatikan dimensi-doimensi hubungan antar manusia, dimensi  tugas dan dimensi situasi dan kondisi yang ada serta mempunyai visi yang jelas.
Walaupun secara umum semua kegiatan administrasi mempunyai prinsip kerja  yang sama, namun administrasi pendidikan memiliki kekhususan atau karakteristik tersendiri dan berbeda dengan administrasi bidang yang lain.
       Seperti yang dikatakan Sodiq A. Kuntoro ( seorang pakar pendidikan ) perbedaan administrasi pendidikan dangan cabang ilmu administrasi yang lain adalah terletak pada prinsip operasionalnya. karenanya prinsip operasional yang diterapkan pada administrasi perusahaan atau administrasi pemerintahan belum tentu bisa atau bahkan tidak mungkin diterapkan pada administrasi pendidikan. Didalam Administrasi Pendidikan prinsip operasional dibagi menjadi
1). Prinsip fleksibilitas :
      Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah dilakukan dengan prinsip yang   bersifat adaptif karena penerapan prinsip, dalil dan rumusnya disesuaikan kondisi, tempat, waktu dan manusianya, dalam ilmu administrasi faktor-faktor tersebut dikenal sebagai faktor ekologis (lingkungan). Berdsarkan pada prinsip tersebut berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan administrasi pendidikan hendaknya memperhatikan faktor-faktor ekologis (lingkungan) dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya program pendidikan.
 2). Prinsip berorientasi pada tujuan :
      Administrasi pendidikan di sekolah merupakan input instrumental dalam sistem pendidikan, untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut, maka tujuan operasional yang sudah dirumuskan itu dijadikan sebagai pedoman orientasi bagi pelaksanaan administrasi pendidikan di sekolah.
  3). Prinsip kontinyuitas :
       Prinsip kontinyuitas juga digunakan sebagai landasan operasional dalam melaksanakan administrasi pendidika di sekolah.
  4). Prinsip pendidikan seumur hidup.
       Prinsip pendidikan seumur hidup dimaksutkan agar setiap manusia Indonesia selalu mengembangkan kualitas dirinya sepanjang hidupnya, disisi lain pemerintah diharapkan akan selalu menciptakan situasi yang menantang agar masyarakat tergerak untuk belajar sepanjang hayat. (http://eka-unigres.blogspot.com/p/bab-ii.html)
 
4.      Unsur Aksiologi Administrasi Pendidikan
Aksiologi merupakan pembahasan tentang kegunaan atau fungsi dari sebuah ilmu (Tim Dosen Administrasi UPI 2011). Administrasi pendidikan merupakan aspek yang penting dalam pendidikan. Administrasi pendidikan merupakan keseluruhan proses yang diperlukan dalam penyelesaian pekerjaan-pekerjaan personil sekolah untuk mendidik peserta didik. Jadi administrasi ini ditujukkan kepada pendidikan peserta didik secara tidak langsung. Menurut Ngalim Purwanto (2010 : 14 ) fungsi-fungsi administrasi tersebut adalah :
1) Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan
2) Pengorganisasian (organizing)
Organisasi adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan
3) Pengoordinasian (coordinating)
Koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang material, pikiran-pikiran, teknik-teknik dan tujuan-tujuan ke dalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai tujuan
4) Komunikasi
Komunikasi adalah setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi
5) Supervisi
Supervisi sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan kondisi-kondisi yang esensial yang akan menkamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan
6) Kepegawaian
Kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah persona itu sendiri, aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain menempatkan dan membimbing personel
7) Pembiayaan (budgeting)
Pembiayaan harus sudah dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya

8) Penilaian (evaluating)
Evaluasi adalah aktivitas untuk meneliti sampai dimana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan program yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
Fungsi-fungsi pokok tersebut satu sama lain sangat erat hubungannya, dan semuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain.
Dengan pemahaman sebagaimana dikemukakan di atas, nampak bahwa satu fungsi penting dari adminitrasi pendidikan adalah berkaitan dengan proses pembelajaran yaitu mulai dari persiapan sampai evaluasi untuk melihat kualitas dari suatu proses tersebut, dalam hal ini sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang melakukan proses pembelajaran terutama guru perlu mengelola kegiatan tersebut dengan baik agar tujuan pendidikan tercapai.


Daftar Pustaka :

Djam’an Satori, 2011. Rancangan Naskah Buku.

Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2011. Manajemen Pendidikan. Edisi Empat. Bandung: Penerbit Alfabeta

Internet:






Share this article :

2 komentar:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. kilas pangandaran - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template